twitter
rss

Jakarta, Untuk menjamin keselamatan anak-anak Indonesia dalam hal memilih mainan yang aman, pemerintah akan memberlakukan Standar Nasional indonesia (SNI) pada mainan anak mulai 30 April mendatang. Tapi apakah mainan yang ber-SNI pasti harganya akan lebih mahal?

"Harga yang murah atau harga miring memang patutu diragukan, bukan berarti tidak memenuhi SNI. Bukan berarti mainan mahal juga memenuhi SNI, itu tetap kita uji," kata Kepala Pusat Standarisasi, Kementerian Perindustrian, Tony Sinambela.

Jadi, Tony menegaskan bahwa pendapat mainan mahal pasti memenuhi SNI atau mainan murah tidak memenuhi SNI, itu harus dibuktikan setelah melakukan sertifikasi. Hal itu ia sampaikan di sela-sela Media Workshop 'Mainan Aman untuk Keselamatan Anak Indonesia' di Atrium Mall Living Room Alam Sutera, Serpong, dan ditulis pada Kamis (28/11/2013).

Selain itu, Tony berharap jika orang tua tidak hanya memikirkan murahnya barang karena mainan murah belum tentu aman. Maka dari itu, sebaiknya masyarakat bisa memilih mainan yang aman, salah satu caranya yaitu dengan membeli mainan yang memang memenuhi SNI.

Terkait logo SNI, memang diakui Tony ada beberapa oknum yang bisa saja memalsukan logo tersebut. Lantas, bagaimana cara menghindari mainan dengan logo SNI palsu?

"Kalau ada tanda SNI yang mencurigakan, bisa kita telusuri. SNI itu kan dicantumkan kalau produsen sudah mengantongi sertifikat lulus uji. Makanya kami beri tahu pada produsen untuk punya copy sertifikatnya, lewat itu bisa dilihat apakah SNI-nya itu asli atau palsu," terang Tony.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Importir dan Distributor Mainan Indonesia, Eko Wibowo mengatakan, selama menunggu diberlakukannya SNI, masyarakat bisa mengetahui mana produk yang sudah lulus uji dalam standar produk.

"Pada mainan ada tanda CE, ini standar dari eropa, lalu ASTM standar kualitas untuk Amerika, dan Australian Standar. Selain itu, tanda peruntukan untuk anak. Ada peringatan, dan petunjuk awal penggunaan produk yang biasanya ada di kemasan atau label mainan," tutur Eko.

sumber : http://health.detik.com

0 komentar:

Posting Komentar